Sabtu, 18 Januari 2020

TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING “Fungsi Dan Peranan Teknologi Informasi Dalam Bimbingan Konseling




BAB. I
PENDAHULUAN

Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada individu atau sekelompok individu dalam setiap tahapan usia agar konseli dapat memahami dan mengarahkan dirinya sesuai dengan tuntutan dan norma yang belaku di masyarakat sehingga individu tersebut merasa bahagia dan efektif perilakunya serta tercapai kesejahteraan hidupnya. Bimbingan dan Konseling merupakan usaha pemberian bantuan kepada individu telah mengalami perubahan-perubahan. Perubahan tersebut dapat ditemukan pada pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan konseling. Adapun media yang digunakan dalam konseling yaitu komputer dan perangkat audio visual. Penggunaan komputer yang dilengkapi dengan jaringan internet khususnya web site dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Selain itu, keuntungan penggunaan web site dalam layanan konseling yaitu, membuka peluang untuk pemberian layanan konseling tanpa batas waktu, karena dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dibutuhkan, serta pelaksanaan proses konseling sesuai dengan perjanjian antara konseli dan konselor.
kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi yang cepat tanpa terhambat oleh ruang dan waktu. Berbeda dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa saat ini, diukur dengan kemampuan masyarakatnya            dalam memanfaatkan pengetahuan dalam meningkatkan produktifitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based society).
Setiap Negara berlomba untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk membangun dan membudayakan masyarakat berbasis pengetahuan. Aspek pendidikan merupakan salah satu aspek kehidupan yang erat kaitannya dengan teknologi informasi dan komunikasi. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi pada aspek pendidikan telah berlangsung selama 20 tahun di Negara-negara yang memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik, yaitu Negara-negara maju dan beberapa Negara berkembang. Sedangkan di Indonesia, baru berlangsung beberapa tahun sejak teknologi jaringan mulai diperkenalkan dan diterapkan di sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai salah satu materi pelajaran, dan di sekolah lanjutan atas (SLA) dengan masuknya kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
Dengan teknologi tersebut, kegiatan pembelajaran tidak hanya melalui tatap muka, melainkan telah menggunakan berbagai media komunikasi yang dipadukan dengan teknologi networking seperti intranet dan internet.
Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dampak perubahan yang bersifat komprehensif bagi masyarakat secara umum dan para peserta didik dalam dunia pendidikan secara khusus, membuat para ahli tergerak untuk melakukan terobosan atau inovasi sebagai solusi dalam menghadapi perubahan tersebut. Bimbingan konseling sebagai bagian yang integral dari pendidikan, atau sebagai bidang pembinaan peserta didik dengan program pemberian layanan bantuan kepada peserta didik dalam upaya mencapai perkembangannya yang optimal, melalui interaksi yang sehat dengan lingkungannya.

Selain itu, bimbingan dan konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu, dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Kegiatan pemberian layanan-layanan BK tersebut tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi dan komunikasi yang ada. Tujuannya adalah memberikan bimbingan dan konseling dengan cara-cara yang lebih menarik, interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling.


BAB II
PENBAHASAN
A. TEKNOLOGI INFORMASI

1.      Definisi Teknologi Informasi

Peranan teknologi informasi dalam semua aktivitas manusia saat ini sangat besar. Berikut beberapa pengertian teknologi informasi menurut para ahli, antara lain:

Teknologi Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer,

untuk   menyimpan,     menganalisa,    dan mendistribusikan informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar.

Teknologi Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.

Teknologi Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software & hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.

Teknologi Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis18.

Dengan demikian, teknologi informasi adalah seperangkat alat yang merupakan gabungan dari teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan pemrosesan tertentu (Haag dan Keen, 1996).
Teknologi informasi tidak hanya sebatas pada teknologi komputer (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi (Martin, 1999).
Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer) dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video (Williams dan Sawyer, 2003).
Dari pengertian di atas, maka pengertian teknologi informasi dapat disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh individu (brainware)


2.      Perkembangan Teknologi Informasi
            Bahasa merupakan teknologi yang paling awal, karena pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang diterima si penerima akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
            Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
            Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan19.
3.      Teknologi Informasi dalam Layanan BK
Bimbingan dan Konseling merupakan usaha pemberian bantuan kepada individu telah mengalami perubahan-perubahan. Perubahan tersebut dapat ditemukan pada pemanfaatan teknologi informasi dalam layanan konseling. Adapun media yang digunakan dalam konseling yaitu komputer dan perangkat audio visual. Komputer adalah media yang sesuai untuk menyampaikan informasi dalam proses konseling. Pelling (2002) menyatakan bahwa penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir.
Hal ini sangat memungkinkan karena dari proses konseling yang hanya dilakukan secara tatap muka, konseli merasakan bahwa informasi yang dibutuhkan masih kurang. Selain itu, dengan membuka internet, maka siswa dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya. Terdapat 8 (delapan) potensi teknologi komputer berbasis internet dan 3 potensi komputer berbasis non internet untuk Bimbingan dan Konseling. Potensi teknologi komputer berbasis internet yang dapat digunakan untuk bimbingan dan konseling, sebagai berikut:
a.       E-mail/surat elektronik. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk terapi, marketing, screening, surat menyurat untuk penjadwalan janji, monitoring inter-sessions, dan tindak lanjut post-therapeutik, transfer rekaman konseling, referral, masukan, home work, penelitian dan colegial professional.
b.      Website/Homepages/Blog. Potensi penggunaan oleh konselor antara lain untuk pemasaran, periklanan, diseminasi informasi dan publikasi.
c.       Komputer konfrensi video, potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk konsultasi, referral, home work dan terapi.
d.      Sistem Bulletin Board /listservs/ newsgroups. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk konsultasi, referral, sumber daya untuk informasi dan kegiatan asosiasi professional.
e.       Simulasi terkomputerisasi. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu antara lain untuk supervisi dan pelatihan kompetensi.
f.       Pangkalan data FTP Sites. Potensi penggunaan oleh konselor, yaitu untuk penelitian, sumber informasi bagi konselor,sumber informasi perpustakaan, transfer rekaman konseli, penilaian dan analisis.
g.      Chat Rooms I Electronic Discussion groups. Potensi penggunaan oleh konselor antara lain untuk terapi kelompok, membantu diri sendiri dan assessment/pengukuran. Software berbasis internet. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk client/therapist Email (surat elektronik);
h.      Collegial professional Email (surat elektronik); diseminasi informasi website (homepage); dukungan/pengukuhan (chat rooms); kegiatan asosiasi professional (newsgroups); konsultasi (komputer konferensi & newsgroups, marketing email (surat elektronik); masukan email (surat elektronik), membantu diri sendiri (chat rooms); monitoring inter-sessions email (surat elektronik); pekerjaan rumah (email/surat elektronik, konputer konferensi video, & software); pelatihan keterampilan (software);pelatihankompetensi simulasi terkomputerisasi; pemasaran/periklanan website/homepage; penelitian (email/surat elektronik, pangkalan data/FTP site); penilaian dan analisis pangkalan data (FTP site); publikasi website (homepage); referral (newsgroups, email/surat elektronik, komputer konferensi video,screening email); sumber daya untuk informasi (newsgroups, pangkalan data/FTP site); sumber informasi perpustakaan (pangkalan data/FTP site); supervisi simulasi terkomputerisasi; surat menyurat untuk penjadwalan/janji (email/surat elektronik); terapi kelompok (chat rooms); terapi (email/surat elektronik, komputer konferensi video); tindak lanjut post-therapeutic (email/surat elektronik); transfer rekaman konseli (email/surat elektronik, pangkalan data/FTP site).

Sedangkan potensi teknologi komputer berbasis non internet yang dapat digunakan oleh konselor untuk kegiatan layanan bimbingan dan konseling, sebagai berikut:
a.       Spreadsheet. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk tata kearsipan, data organisasi, informasi konseli dan penelitian.
b.      Pemrosesan kata. Potensi penggunaan oleh konselor antara lain, untuk tata kearsipan, surat menyurat, marketing, publikasi dan penelitian.
c.       Software non internet. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk, pelatihan keterampilan untuk professional dan konseli, infromasi bantuan diri sendiri, marketing, manajemen kantor, sumber referensi dan catatan kasus.

B. FUNGSI DAN PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN KONSELING
1.      Fungsi Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling
Teknologi informasi dalam bimbingan konseling memiliki beberapa fungsi, terutama komputer dan internet. Diantaranya:
a.        Mempermudah konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data.
b.      Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.
c.       Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling.
d.      Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara fisik.
e.       Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.
2.      Peranan Teknologi Informasi dalam Bimbingan Konseling
Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan oleh teknologi informasi itu sendiri,  memungkinkan antar pribadi atau kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran. Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.
Sebagai salah satu profesi yang memberikan layanan sosial atau layanan kemanusiaan maka secara sadar atau tidak keberadaan profesi bimbingan konseling berhadapan dengan perubahan realitas baik yang menyangkut perubahan-perubahan pemikiran, persepsi, demikian juga nilai-nilai. Perubahan yang terus menerus terjadi dalam kehidupan, mendorong konselor perlu mengembangkan pemahaman, dan penerapannya dalam perilaku serta keinginan untuk belajar, dengan diikuti kemampuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan yang serupa. Layanan Bimbingan dan Konseling menjadi sangat penting karena langsung berhubungan langsung dengan siswa. Hubungan ini tentunya akan semakin berkembang pada hubungan siswa dengan siswa lain, guru dan karyawan, orang tua / keluarga, dan teman-teman lain di rumah. Selanjutnya bagaimana pengaruhnya dengan pembelajarannya di sekolah, sosialisasi dengan teman, saudara baik di sekolah dan di rumah. Dan tentu saja dengan prestasinya di bidang akademik dan non akademik.
Dukungan layanan ini dapat diperoleh dari tersedianya data yang akurat yang sepertinya untuk saat ini sangat tepat apabila data tersebut didapatkan dari system komputasi. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan efektif yatiu dengan menggunakan ICT atau dengan kata lain harus melibatkan teknologi informasi, khususnya teknologi informasi dalam bimbingan dan konseling.
Penggunaan ICT dalam konseling mengarah pada pengembangan media konseling. Selain dapat dilakukan melalui tatap muka, konseling dapat dilakukan secara jarak jauh. Beberapa diantaranya sebagai berikut.
a.       Konseling melalui telepon
b.       Konseling berbantuan komputer
c.       Konseling melalui internet

Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh konselor dalam proses konseling. Penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir. Hal ini sangat memungkinkan, karena dengan membuka internet, maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya.
Manfaat penggunaan komputer (internet) adalah:
a.         Pemanfaatan internet untuk survei, mencari data, informasi atau dokumen elektronik yang berharga.  
b.        Pemakaian email .
c.         Proses konseling on-line

Fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing bagi siswa. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. Penggunaan komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa keuntungan:
a.       Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik,
b.      Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan;
c.       Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email;
d.      Tidak akan menimbulkan kebosanan;

Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas, dapat dipergunakan pula software seperti microsoft power point. Software ini dapat membantu konselor dalam menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif. Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan.
dalam program power point. Melalui fasilitas ini, konselor dapat pula memasukkan gambar-gambar di luar fasilitas power point, sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal.
Media E-learning, adalah metode belajar mengajar baru yang menggunakan media jaringan komputer dan Internet, tersampaikannya bahan ajar (konten) melalui media elektronik, otomatis bentuk bahan ajar juga dalam bentuk elektronik (digital), dan adanya sistem dan aplikasi elektronik yang mendukung proses belajar mengajar.























BAB III
ANALISIS

A.     KELEBIHAN TI DALAM BK

1.      Pembelajaran dari mana dan kapan saja .
2.      Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru
3.      Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas.
4.      Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi.

B.     KELEMAHAN TI DALAM BK.

1.      Konselor tidak dapat memastikan bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak informasi yang diterima dan diberitakan sangat terbatas, komunikasi satu arah.
2.      Kegiatan konseling melalui teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis diantara konselor dan  klien.
3.      Belum terdapat data-data, fakta atau informasi yang objektif dari klien, sehingga pemecahan masalah kurang jelas.
4.      Media yang digunakan kurang sesuai dengan apa yang dibutuhkan kliennya.
5.      Siswanya kurang menggunakan media yang disediakan kebanyakan langsung bertemu atau tatap muka.


BAB IV
KESIMPULAN

Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang merupakan gabungan dari teknologi komputer dan teknologi komunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berdampak pada perubahan yang bersifat komprehensif bagi masyarakat secara umum dan para peserta didik dalam dunia pendidikan secara khusus, hal ini mendorong para pakar pendidikan untuk melakukan berbagai terobosan atau inovasi yang merupakan solusi dalam menghadapi perubahan perkembangan teknologi tersebut.
Bimbingan konseling sebagai bagian integral dalam pendidikan, dengan program pemberian layanan bantuan kepada peserta didik untuk mencapai perkembangan optimal tidak terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi. Layanan-layanan dalam bimbingan dan konseling saat ini tidak hanya dapat dilaksanakan melalui tatap muka secara langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi melalui penggunaan media komputer.
Adapun tujuan pemanfaatan media komputer tersebut adalah untuk memberikan layanan bimbingan dan konseling dengan cara yang lebih menarik, interaktif, tidak terbatas tempat dengan tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan konseling.


DAFTAR PUSTAKA

Achmad Juntika Nurihsan, 2010, Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan, Bandung: PT Refika Aditama.

Bimo Walgito, 2010, Bimbingan dan Konseling (Studi & Karir), Yogyakarta: Andi Offset.

Haag dan Keen. 1996. Information Technology: Tomorrow’s Advantage

Today. Hammond: Mcgraw-Hill College.

Lucas, H. (2000). Information Technology for Management (7th ed.). Irwin/McGraw-Hill.

Manser, Martin H. 1995. Oxford Learner’s Pocket

Dictionary. Oxford University Press. Martin, E. (1999). Managing Information

Technology What Managers Need to Know (3rd ed.). New Jersey: Pearson Education International.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKNOLOGI INFORMASI DALAM BIMBINGAN DAN KONSELING “Fungsi Dan Peranan Teknologi Informasi Dalam Bimbingan Konseling

BAB. I PENDAHULUAN Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada individu atau sekelompok individu dalam setia...