BAB. I
PENDAHULUAN
Bimbingan dan Konseling adalah proses pemberian bantuan kepada individu
atau sekelompok individu dalam setiap tahapan usia agar konseli dapat memahami
dan mengarahkan dirinya sesuai dengan tuntutan dan norma yang belaku di
masyarakat sehingga individu tersebut merasa bahagia dan efektif perilakunya
serta tercapai kesejahteraan hidupnya. Bimbingan dan Konseling merupakan usaha
pemberian bantuan kepada individu telah mengalami perubahan-perubahan.
Perubahan tersebut dapat ditemukan pada pemanfaatan teknologi informasi dalam
layanan konseling. Adapun media yang digunakan dalam konseling yaitu komputer
dan perangkat audio visual. Penggunaan komputer yang dilengkapi dengan jaringan
internet khususnya web site dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam
proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir.
Selain itu, keuntungan penggunaan web site dalam layanan konseling yaitu,
membuka peluang untuk pemberian layanan konseling tanpa batas waktu, karena dapat
dilakukan dimana saja dan kapan saja dibutuhkan, serta pelaksanaan proses
konseling sesuai dengan perjanjian antara konseli dan konselor.
kecanggihan
teknologi informasi dan komunikasi telah memungkinkan terjadinya pertukaran
informasi yang cepat tanpa terhambat oleh ruang dan waktu. Berbeda
dengan era agraris dan industri, kemajuan suatu bangsa saat ini, diukur dengan
kemampuan masyarakatnya dalam memanfaatkan pengetahuan dalam
meningkatkan produktifitas. Karakteristik masyarakat seperti ini dikenal dengan
istilah masyarakat berbasis pengetahuan (knowledge-based
society).
Setiap
Negara berlomba untuk mengintegrasikan teknologi informasi dan komunikasi dalam
semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara untuk membangun dan membudayakan
masyarakat berbasis pengetahuan. Aspek pendidikan merupakan salah
satu aspek kehidupan yang erat kaitannya dengan teknologi informasi dan
komunikasi. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi pada aspek pendidikan
telah berlangsung selama
20 tahun di Negara-negara yang memiliki tingkat pendidikan yang cukup baik,
yaitu Negara-negara maju dan beberapa Negara berkembang. Sedangkan di
Indonesia, baru berlangsung beberapa tahun sejak teknologi jaringan mulai
diperkenalkan dan diterapkan di sekolah menengah kejuruan (SMK) sebagai salah
satu materi pelajaran, dan di sekolah lanjutan atas (SLA) dengan masuknya
kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
Dengan
teknologi tersebut, kegiatan pembelajaran tidak hanya melalui tatap muka,
melainkan telah menggunakan berbagai media komunikasi yang dipadukan dengan
teknologi networking seperti intranet dan internet.
Seiring
dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi serta dampak perubahan
yang bersifat komprehensif bagi masyarakat secara umum dan para peserta didik
dalam dunia pendidikan secara khusus, membuat para ahli tergerak untuk
melakukan terobosan atau inovasi sebagai solusi dalam menghadapi perubahan
tersebut. Bimbingan konseling sebagai bagian yang integral dari pendidikan, atau
sebagai bidang pembinaan peserta didik dengan program pemberian layanan bantuan
kepada peserta didik dalam upaya mencapai perkembangannya yang optimal, melalui
interaksi yang sehat dengan lingkungannya.
Selain itu,
bimbingan dan konseling sebagai suatu proses pemberian bantuan kepada individu,
dilaksanakan melalui berbagai macam layanan. Kegiatan pemberian layanan-layanan
BK tersebut tidak hanya dapat dilakukan dengan tatap muka secara langsung, tapi
juga bisa dengan memanfaatkan media atau teknologi informasi dan komunikasi
yang ada. Tujuannya adalah memberikan bimbingan dan konseling dengan cara-cara
yang lebih menarik, interaktif, dan tidak terbatas tempat, tetapi juga tetap
memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam bimbingan dan konseling.
BAB II
PENBAHASAN
A. TEKNOLOGI INFORMASI
1.
Definisi Teknologi Informasi
Peranan
teknologi informasi dalam semua aktivitas manusia saat ini sangat besar.
Berikut beberapa pengertian teknologi informasi menurut para ahli, antara lain:
Teknologi
Informasi adalah studi atau peralatan elektronika, terutama komputer,
untuk menyimpan, menganalisa, dan mendistribusikan
informasi apa saja, termasuk kata-kata, bilangan, dan gambar.
Teknologi
Informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja dengan informasi
dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi.
Teknologi
Informasi tidak hanya terbatas pada teknologi komputer (software &
hardware) yang digunakan untuk memproses atau menyimpan informasi, melainkan
juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan informasi.
Teknologi
Informasi adalah segala bentuk teknologi yang diterapkan untuk memproses dan
mengirimkan informasi dalam bentuk elektronis18.
Dengan
demikian, teknologi informasi adalah seperangkat alat yang merupakan gabungan
dari teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
Teknologi informasi adalah seperangkat alat yang membantu anda bekerja
dengan informasi dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan pemrosesan tertentu
(Haag dan Keen, 1996).
Teknologi informasi tidak hanya sebatas pada teknologi komputer (perangkat
keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses dan menyimpan
informasi, melainkan juga mencakup teknologi komunikasi untuk mengirimkan
informasi (Martin, 1999).
Teknologi informasi adalah teknologi yang menggabungkan komputasi (komputer)
dengan jalur komunikasi berkecepatan tinggi yang membawa data, suara, dan video
(Williams dan Sawyer, 2003).
Dari pengertian di atas, maka pengertian teknologi informasi dapat
disimpulkan bahwa teknologi informasi adalah gabungan antara teknologi komputer
dan teknologi telekomunikasi yang memberikan informasi yang dibutuhkan oleh
individu (brainware)
2.
Perkembangan Teknologi
Informasi
Bahasa
merupakan teknologi yang paling awal, karena pada awal sejarah, manusia bertukar
informasi melalui bahasa. Bahasa memungkinkan seseorang memahami
informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari
mulut ke mulut hanya
bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan
informasi melalui ucapannya saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi
yang diterima si penerima akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain
itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar,
informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang
sama sekali.
Setelah
itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar
jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan
disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan
lebih lama. Beberapa gambar peninggalan zaman purba masih ada sampai sekarang
sehingga manusia sekarang
dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Ditemukannya
alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih
efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa
dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII
diganti dengan1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan
informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan
pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio,
televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area
yang lebih luas dan lebih lama tersimpan19.
3. Teknologi
Informasi dalam Layanan BK
Bimbingan
dan Konseling merupakan usaha
pemberian bantuan kepada individu telah mengalami perubahan-perubahan.
Perubahan tersebut dapat ditemukan pada pemanfaatan teknologi informasi dalam
layanan konseling. Adapun media yang digunakan dalam konseling yaitu komputer
dan perangkat audio visual. Komputer adalah media yang sesuai untuk menyampaikan
informasi dalam proses konseling. Pelling (2002) menyatakan bahwa
penggunaan komputer (internet) dapat dipergunakan untuk membantu siswa dalam
proses pilihan karir sampai pada tahap pengambilan keputusan pilihan karir.
Hal ini
sangat memungkinkan karena dari proses konseling yang hanya dilakukan secara
tatap muka, konseli merasakan bahwa informasi yang dibutuhkan masih kurang.
Selain itu, dengan membuka internet, maka siswa dapat melihat banyak informasi
atau data yang dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan
karirnya. Terdapat
8 (delapan) potensi teknologi komputer berbasis internet dan 3 potensi komputer
berbasis non internet untuk Bimbingan dan Konseling. Potensi teknologi komputer
berbasis internet yang dapat digunakan untuk bimbingan dan konseling, sebagai
berikut:
a.
E-mail/surat elektronik. Potensi
penggunaan oleh konselor yaitu untuk terapi, marketing, screening, surat
menyurat untuk penjadwalan janji, monitoring inter-sessions, dan tindak lanjut post-therapeutik,
transfer rekaman konseling, referral, masukan, home work,
penelitian dan colegial professional.
b.
Website/Homepages/Blog.
Potensi penggunaan oleh konselor antara lain untuk pemasaran, periklanan,
diseminasi informasi dan publikasi.
c.
Komputer konfrensi video, potensi
penggunaan oleh konselor yaitu untuk konsultasi, referral, home work
dan terapi.
d.
Sistem Bulletin Board /listservs/
newsgroups. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk
konsultasi, referral, sumber daya untuk informasi dan kegiatan
asosiasi professional.
e.
Simulasi terkomputerisasi. Potensi
penggunaan oleh konselor yaitu antara lain untuk supervisi dan pelatihan
kompetensi.
f.
Pangkalan data FTP Sites.
Potensi penggunaan oleh konselor, yaitu untuk penelitian, sumber informasi bagi konselor,sumber informasi perpustakaan,
transfer rekaman konseli, penilaian dan analisis.
g.
Chat Rooms I Electronic
Discussion groups. Potensi penggunaan oleh konselor
antara lain untuk terapi kelompok, membantu diri sendiri dan assessment/pengukuran. Software berbasis
internet. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk client/therapist
Email (surat elektronik);
h.
Collegial professional
Email (surat elektronik); diseminasi informasi website (homepage);
dukungan/pengukuhan (chat rooms); kegiatan asosiasi professional (newsgroups);
konsultasi (komputer konferensi & newsgroups, marketing email (surat
elektronik); masukan email (surat elektronik), membantu diri sendiri (chat
rooms); monitoring inter-sessions email (surat elektronik); pekerjaan rumah
(email/surat elektronik, konputer konferensi video, & software); pelatihan
keterampilan (software);pelatihankompetensi simulasi
terkomputerisasi; pemasaran/periklanan website/homepage; penelitian
(email/surat elektronik, pangkalan data/FTP site); penilaian dan
analisis pangkalan data (FTP site); publikasi website (homepage);
referral (newsgroups, email/surat elektronik, komputer
konferensi video,screening email); sumber daya untuk informasi (newsgroups,
pangkalan data/FTP site); sumber informasi perpustakaan (pangkalan
data/FTP site); supervisi simulasi terkomputerisasi; surat
menyurat untuk penjadwalan/janji (email/surat elektronik); terapi
kelompok (chat rooms); terapi (email/surat elektronik, komputer
konferensi video); tindak lanjut post-therapeutic (email/surat
elektronik); transfer rekaman konseli (email/surat elektronik, pangkalan
data/FTP site).
Sedangkan
potensi teknologi komputer berbasis non internet yang dapat digunakan oleh
konselor untuk kegiatan layanan bimbingan dan konseling, sebagai berikut:
a.
Spreadsheet.
Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk tata kearsipan, data
organisasi, informasi konseli dan penelitian.
b.
Pemrosesan kata. Potensi penggunaan
oleh konselor antara lain, untuk tata kearsipan, surat menyurat, marketing,
publikasi dan penelitian.
c.
Software non
internet. Potensi penggunaan oleh konselor yaitu untuk, pelatihan
keterampilan untuk professional dan konseli, infromasi bantuan diri sendiri, marketing, manajemen kantor,
sumber referensi dan catatan kasus.
B. FUNGSI DAN PERANAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM
BIMBINGAN KONSELING
1.
Fungsi Teknologi Informasi dalam
Bimbingan Konseling
Teknologi informasi dalam bimbingan konseling memiliki beberapa fungsi,
terutama komputer dan internet. Diantaranya:
a. Mempermudah
konselor dalam menyusun, mencari dan juga mengolah data.
b. Menjaga kerahasiaan suatu data, karena dengan teknologi memungkinkan
untuk menguncinya dan tidak sembarang orang dapat mengaksesnya.
c. Membantu individu maupun kelompok untuk dapat berkomunikasi dengan lebih
mudah dan relatif murah dalam pelaksanaan konseling.
d. Memberikan kesempatan kepada individu untuk berkomunikasi lebih baik
dengan menggunakan informasi yang mereka terima tanpa perlu bertemu secara
fisik.
e. Menjadikan teknologi informasi sebagai alat dalam suatu program
kegiatan, sehingga kegiatan tersebut lebih teratur dan terstruktur.
2.
Peranan Teknologi Informasi dalam
Bimbingan Konseling
Seperti kita ketahui bahwa saat ini bimbingan konseling belum dikatakan
materi, sehingga tidak semua sekolah di Indonesia memberikan jam yang cukup
untuk materi bimbingan konseing ini, karena berbagai alasan. Dengan demikian
apakah dengan tidak tersedianya waktu yang cukup peran guru bimbingan konseling
akan berhasil? Siapapun pasti akan menjawab tidak. Dengan argumen apapun jika
waktu yang tersedia tidak cukup atau tidak sesuai seperti yang diharapkan, maka
jangan harap apa yang disampaikan bisa mengenai sasarannya. Oleh karena itu
peranan teknologi informasi bisa menjawab kekurangan waktu tersebut. Aplikasi
teknologi informasi dalam bimbingan konseling adalah memberikan informasi
kepada klien tentang apa yang dibutuhkannya. Selain itu, sarana yang diberikan
oleh teknologi informasi itu sendiri, memungkinkan antar pribadi atau
kelompok yang satu dengan pribadi atau kelompok lainnya dapat bertukar pikiran.
Teknologi informasi pun dapat meningkatkan kinerja dan memungnkinkan berbagai
kegiatan untuk dilaksanakan dengan cepat, tepat dan akurat, sehingga pada
akhirnya akan meningkatkan produktivitas kerja konselor itu sendiri.
Sebagai salah satu profesi yang memberikan layanan sosial atau layanan
kemanusiaan maka secara sadar atau tidak keberadaan profesi bimbingan konseling
berhadapan dengan perubahan realitas baik yang menyangkut perubahan-perubahan
pemikiran, persepsi, demikian juga nilai-nilai. Perubahan yang terus menerus
terjadi dalam kehidupan, mendorong konselor perlu mengembangkan pemahaman, dan
penerapannya dalam perilaku serta keinginan untuk belajar, dengan diikuti
kemampuan untuk membantu siswa memenuhi kebutuhan yang serupa. Layanan
Bimbingan dan Konseling menjadi sangat penting karena langsung berhubungan
langsung dengan siswa. Hubungan ini tentunya akan semakin berkembang pada
hubungan siswa dengan siswa lain, guru dan karyawan, orang tua / keluarga, dan
teman-teman lain di rumah. Selanjutnya bagaimana pengaruhnya dengan
pembelajarannya di sekolah, sosialisasi dengan teman, saudara baik di sekolah dan
di rumah. Dan tentu saja dengan prestasinya di bidang akademik dan non
akademik.
Dukungan layanan ini dapat diperoleh dari tersedianya data yang akurat
yang sepertinya untuk saat ini sangat tepat apabila data tersebut didapatkan
dari system komputasi. Agar bisa bertahan dan diterima oleh masyarakat, maka
bimbingan dan konseling harus dapat disajikan dalam bentuk yang efisien dan
efektif yatiu dengan menggunakan ICT atau dengan kata lain harus melibatkan
teknologi informasi, khususnya teknologi informasi dalam bimbingan dan
konseling.
Penggunaan ICT dalam konseling mengarah pada pengembangan media
konseling. Selain dapat dilakukan melalui tatap muka, konseling dapat dilakukan
secara jarak jauh. Beberapa diantaranya sebagai berikut.
a. Konseling melalui telepon
b. Konseling berbantuan komputer
c. Konseling melalui internet
Komputer merupakan salah satu media yang dapat dipergunakan oleh
konselor dalam proses konseling. Penggunaan komputer (internet) dapat
dipergunakan untuk membantu siswa dalam proses pilihan karir sampai pada tahap
pengambilan keputusan pilihan karir. Hal ini sangat memungkinkan, karena dengan
membuka internet, maka siswa akan dapat melihat banyak informasi atau data yang
dibutuhkan untuk menentukan pilihan studi lanjut atau pilihan karirnya.
Manfaat penggunaan komputer (internet) adalah:
a.
Pemanfaatan internet untuk
survei, mencari data, informasi atau dokumen
elektronik yang berharga.
b.
Pemakaian email .
c.
Proses konseling on-line
Fasilitas di internet dapat dapat dipergunakan untuk melakukan testing
bagi siswa. Tentu saja hal ini harus didasari pada kebutuhan siswa. Penggunaan
komputer di kelas sebagai media bimbingan dan konseling akan memiliki beberapa
keuntungan:
a. Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan
variasi pengajaran, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik,
b. Konselor akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi
yang diberikan;
c. Akan memunculkan respon yang positif terhadap penggunaan email;
d. Tidak akan menimbulkan kebosanan;
Selain penggunaan internet seperti yang telah diuraikan di atas, dapat
dipergunakan pula software seperti microsoft power point. Software ini dapat
membantu konselor dalam menyambaikan bahan bimbingan secara lebih interaktif.
Konselor dituntut untuk dapat menyajikan bahan layanan dengan mempergunakan
imajinasinya agar bahan layanannya tidak membosankan.
dalam program power point. Melalui fasilitas ini, konselor dapat pula memasukkan gambar-gambar di luar fasilitas power point, sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal.
dalam program power point. Melalui fasilitas ini, konselor dapat pula memasukkan gambar-gambar di luar fasilitas power point, sehingga sasaran yang akan dicapai menjadi lebih optimal.
Media E-learning, adalah metode belajar mengajar baru yang menggunakan
media jaringan komputer dan Internet, tersampaikannya bahan ajar (konten)
melalui media elektronik, otomatis bentuk bahan ajar juga dalam bentuk
elektronik (digital), dan adanya sistem dan aplikasi elektronik yang mendukung
proses belajar mengajar.
BAB III
ANALISIS
ANALISIS
A.
KELEBIHAN TI DALAM BK
1. Pembelajaran dari mana dan kapan saja .
2. Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru
3. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas.
4. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi.
B.
KELEMAHAN TI DALAM BK.
1.
Konselor tidak dapat memastikan
bahwa kliennya benar-benar seruis atau tidak
informasi yang diterima dan diberitakan sangat
terbatas, komunikasi satu arah.
2.
Kegiatan konseling melalui
teknologi informasi dapat menimbulkan jarak baik secara fisik maupun psikis
diantara konselor dan klien.
3.
Belum terdapat data-data, fakta
atau informasi yang objektif dari klien, sehingga pemecahan masalah kurang
jelas.
4.
Media yang digunakan kurang
sesuai dengan apa yang dibutuhkan kliennya.
5.
Siswanya kurang menggunakan media
yang disediakan kebanyakan langsung bertemu atau tatap muka.
BAB IV
KESIMPULAN
Teknologi
informasi adalah seperangkat alat yang merupakan gabungan dari teknologi komputer
dan teknologi komunikasi. Perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi berdampak pada perubahan yang bersifat komprehensif bagi masyarakat
secara umum dan para peserta didik dalam dunia pendidikan secara khusus, hal
ini mendorong para pakar pendidikan untuk melakukan berbagai terobosan atau
inovasi yang merupakan solusi dalam menghadapi perubahan perkembangan teknologi
tersebut.
Bimbingan
konseling sebagai bagian integral dalam pendidikan, dengan program pemberian
layanan bantuan kepada peserta didik untuk mencapai perkembangan optimal tidak
terlepas dari pengaruh perkembangan teknologi. Layanan-layanan dalam bimbingan
dan konseling saat ini tidak hanya dapat dilaksanakan melalui tatap muka secara
langsung, tapi juga bisa dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi
melalui penggunaan media komputer.
Adapun
tujuan pemanfaatan media komputer tersebut adalah untuk memberikan layanan
bimbingan dan konseling dengan cara yang lebih menarik, interaktif, tidak
terbatas tempat dengan tetap memperhatikan azas-azas dan kode etik dalam
bimbingan konseling.
DAFTAR
PUSTAKA
Achmad
Juntika Nurihsan, 2010, Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar
Kehidupan, Bandung: PT Refika Aditama.
Bimo Walgito, 2010, Bimbingan dan Konseling
(Studi & Karir), Yogyakarta: Andi Offset.
Haag dan Keen. 1996. Information Technology:
Tomorrow’s Advantage
Today.
Hammond: Mcgraw-Hill College.
Lucas, H.
(2000). Information Technology for Management (7th ed.).
Irwin/McGraw-Hill.
Manser, Martin H. 1995. Oxford
Learner’s Pocket
Dictionary.
Oxford University Press. Martin, E. (1999). Managing Information
Technology What Managers Need
to Know (3rd ed.). New Jersey: Pearson Education
International.